Music Promotion


Cara promosi lagu di era digital cukup berbeda dengan dekade sebelumnya, karena kini pendengar musik lebih banyak menikmati lagu melalui aplikasi online dan tidak lagi menggunakan rilisan fisik (piringan hitam, kaset atau CD). Fakta ini membuat promosi lagu di radio dan berbagai cara klasik lainnya menjadi tidak berdampak signifikan bagi Artists, terutama musisi indie.

Maka langkah yang lebih efektif adalah memanfaatkan media internet sebagai sarana utama dalam mempromosikan karya musik, dengan poin-poin penting sebagai berikut:

Upload Lagu ke Spotify, Apple Music dan Platform Streaming Lainnya

Seperti yang kita tahu, pendengar musik saat ini menikmati lagu dengan smartphone, melalui aplikasi favoritnya. Musisi dapat bekerjasama dengan aggregator musik untuk dapat memasukan lagunya ke Spotify, Apple Music dan berbagai music platforms sekaligus. Hal itu dapat dilakukan dengan upload secara online melalui Netrilis. Selama karya musik sesuai dengan pedoman rilis, maka lagu tersebut akan didistribusikan ke seluruh music platform utama yang memudahkan calon pendengar memutar lagu dari aplikasi streaming apapun di smartphonenya.

Optimasi Profil Artis

Disaat yang bersamaan karya musik rilis di Spotify, Apple Music, Deezer dan platforms lainnya, otomatis akan tersedia profil artis. Untuk mendukung Artist branding, sebaiknya klaim Artist Profile tersebut dengan melengkapi bio, photo dan mengkoneksikannya dengan official social media.

Promosi Sebelum Rilis Menggunakan Pre-Save

Pre-save campaign adalah strategi promosi menjelang tanggal rilis yang memungkinkan fans menyimpan lagu sebelum resmi tersedia di music platforms seperti Spotify dan Apple Music. Dengan pre-save, Artist dapat:
  • Meningkatkan jumlah saves pada hari pertama rilisan, yang menjadi sinyal performa kuat untuk algoritma rekomendasi.
  • Mengumpulkan data fans awal yang menunjukkan minat sejak sebelum rilis.
  • Meningkatkan kemungkinan lagu muncul di playlist personal milik pendengar.

Gunakan Sound yang Tersedia di UGC Platforms

Melalui Netrilis, rilisan yang memenuhi syarat memungkinkan tersedia secara resmi di UGC platforms (User Generated Content) seperti Instagram Music, TikTok Sound Library, YouTube Shorts Sound, dan platform sejenis lainnya.

Sound tersebut dapat digunakan dalam berbagai format konten, bahkan tidak harus secara langsung membahas rilisan tersebut, antara lain sebagai backsound video, lip-sync, dance atau challenge, storytelling, dll. Seluruh penggunaan ini akan terasosiasi langsung dengan sound resmi pada masing-masing platform.

Semakin banyak sound digunakan, semakin tinggi sinyal popularitas yang terbaca oleh sistem platform, kemudian meningkatkan peluang rekomendasi dan mendukung potensi viralitas. Dalam banyak kasus, performa antar-platform juga saling mempengaruhi: sound yang populer di UGC dapat mendorong peningkatan streaming di Spotify, Apple Music, dan Music Platforms lainnya; sebaliknya, lagu yang perform di streaming cenderung lebih mudah diangkat oleh algoritma UGC.

Mudahkan Fans Mengakses Lagu via Fanlink

Fanlink berfungsi sebagai satu tautan terpusat yang mengarahkan pendengar ke berbagai Music Platforms tempat rilisan tersedia. Melalui pendekatan ini, Artists tidak perlu membagikan banyak tautan berbeda, sekaligus mempermudah fans memilih mengapresiasi lagu melalui platform favoritnya.

Fanlink dapat digunakan secara fleksibel sebagai promotion-kit, seperti bio media sosial, caption konten, website, email signature, hingga materi promosi offline. Pada aktivitas live seperti konser atau event, fanlink juga dapat dibagikan dalam bentuk QR code pada poster, stickers, stage backdrop, atau materi cetak lainnya untuk mendorong pendengar mengakses lagu secara instan.

Dengan mengarahkan seluruh traffic ke satu pintu, penggunaan fanlink memungkinkan meningkatkan potensi konversi streaming, serta mendukung performa lintas platforms.

Lengkapi Lirik di Music Platforms

Ketersediaan lirik di berbagai halaman internet memudahkan siapapun untuk membagikannya. Kabar baiknya, setelah karya musik live di Music Platforms, lirik dapat dengan mudah dilengkapi melalui Musixmatch. Yang kemudian lirik lagu tersebut akan tampil di berbagai Platforms dan Social Media, termasuk Insta Story, Reels, Spotify, Apple Music, dan sebagainya.

Rilis Kembali dengan Versi yang Berbeda

Jika lagu tersebut adalah karya ciptaan original, salah satu strategi untuk menjaga bahkan meningkatkan popularitasnya adalah dengan merilisnya kembali dengan versi yang berbeda. Misalnya dengan aransemen yang berbeda, versi akustik, versi dangdut, dan sebagainya. Strategi tersebut memungkinkan menjangkau pendengar dengan selera yang beraneka ragam.

Libatkan Lagu dalam Playlist Populer

Calon fans tentu saja belum mengenal lagu yang fresh release dari Artist yang belum dikenalnya. Playlist di music platforms merupakan salah satu kunci utama sebuah lagu dapat dengan mudah direkomendasikan ke calon pendengar. Oleh karena itu, Spotify memberikan kesempatan bagi musisi untuk mengajukan lagunya untuk dilibatkan di dalam playlists populernya. Selain itu, musisi dapat melakukan pitching ke berbagai playlist yang memiliki pendengar aktif.
Selain itu, penting untuk memastikan bahwa upaya playlisting dilakukan secara organik, bukan melalui praktik pemutaran palsu atau playlist bot. Aktivitas streaming yang tidak natural berisiko merugikan Artists secara permanen. Saat Music Platforms mengidentifikasi sebuah track memiliki jumlah streams yang manipulatif, platforms akan melakukan tindakan berikut:
  • Takedown: menghapus rilisan dari katalognya
  • Exclude: mengecualikan jumlah streams sehingga tidak tercatat dalam laporan dan tidak menghasilkan pendapatan.
  • Flagging: menandai karya musik, yang dapat menyebabkan rilisan tidak dapat didistribusikan kembali
  • Penalty fee: pemberlakuan denda kepada Artists terkait