Berbagai layanan terkait YouTube saat ini sedang mengalami penundaan (pending) karena kendala sinkronisasi, termasuk proses distribusi, update, unclaim video, takedown, hingga OAC request.
Tim Developer sedang memprioritaskan penyelesaiannya melalui transformasi infrastruktur ke standar kualitas terbaru untuk memastikan operasional terkait YouTube semakin stabil dan responsif.
Mulai Februari 2026, Netrilis mulai berpartner dan mendistribusikan musik ke Hio.
- Mulai awal tahun 2024, Spotify hanya mengalirkan pendapatan untuk lagu yang
telah mencapai minimal 1.000 streams (seribu kali putar) dalam 12 bulan
terakhir.
-
Netrilis melibatkan karya musik terpilih ke program Spotify Discovery Mode,
yang memungkinkan rilisannya dipromosikan oleh Spotify secara algorithmic.
Q3 2025: Netrilis mulai ber-partner dan mendistribusikan musik ke Lissen, Hook, Soda Music, Audius, Kuaishou.
Mulai Agustus 2025, Amazon men-takedown rilisan yang tidak terdapat streams selama 6 bulan terakhir.
Joox Indonesia saat ini dalam status pause, terlihat dari tidak adanya aktivitas pada social media officialnya sejak 2023.
Maret 2025: katalog musik Netrilis secara berangsur mulai tersedia di WhatsApp untuk digunakan pada status.
-
Mulai 2024, Deezer men-takedown rilisan yang tidak terdapat streams selama 1 tahun terakhir.
-
Juni 2025, Deezer meluncurkan AI tagging system untuk menandai & menampilkan info pada rilisan berbasis AI generated content.
Spotify, Tidal, Amazon Music, Apple Music dan Pandora men-takedown rilisan yang teridentifikasi melakukan kecurangan dengan artificial streams. Selain itu, Spotify juga menerapkan penalty (denda) ± $10 per tracks.
ByteDance menutup layanan TikTok Music mulai 28 November 2024. Berikutnya, Netrilis tetap mendistribusikan musik ke ByteDance sebagai TikTok sound catalog.
Informasi terkait